Keberlanjutan

Pertanian Cerdas Iklim: Menyesuaikan Cara Bertani dengan Cuaca yang Berubah

1 menit baca
Pertanian Cerdas Iklim: Menyesuaikan Cara Bertani dengan Cuaca yang Berubah

Sektor pertanian Indonesia — yang menyerap 30% angkatan kerja — sangat rentan terhadap perubahan iklim. Pergeseran musim tanam, curah hujan yang tidak menentu, dan peningkatan hama menjadi tantangan utama.

Climate-Smart Agriculture

Konsep "pertanian cerdas iklim" mengintegrasikan tiga tujuan: meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan, dan mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor pertanian.

Praktik yang Sudah Diterapkan

  • Kalender tanam adaptif: Memanfaatkan prakiraan musiman BMKG untuk menentukan waktu tanam optimal
  • Varietas tahan kekeringan: Padi tipe aerobik dan jagung tahan cekaman air
  • Sistem pertanian terpadu: Kombinasi tanaman, ternak, dan ikan dalam satu lahan

Peran Informasi Iklim

Akses terhadap informasi prakiraan musiman dan pemantauan kekeringan dapat membantu petani membuat keputusan yang lebih baik. Inilah salah satu misi ClimateOn.

Ahmad Dhuha Habibullah

Ahmad Dhuha Habibullah

Kontributor

Ahmad Dhuha Habibullah, S.Si., M.Si. adalah seorang akademisi dan peneliti bidang Fisika Oseanografi yang berfokus pada riset gelombang panas laut (marine heatwaves) dan perubahan iklim di Indonesia.