Dengan lebih dari 56% penduduk tinggal di perkotaan, membangun kota yang tahan terhadap dampak perubahan iklim menjadi prioritas Indonesia.
Konsep Kota Spons
Semarang, Surabaya, dan Makassar mulai mengadopsi konsep "sponge city" — kota yang dirancang untuk menyerap, menyimpan, dan memanfaatkan air hujan secara alami, mengurangi risiko banjir sekaligus mengatasi kekurangan air.
Infrastruktur Hijau
Taman kota, atap hijau, biopori, dan sumur resapan menjadi elemen penting dalam perencanaan kota yang sadar iklim. Jakarta telah mengamanatkan 30% ruang terbuka hijau dalam rencana tata ruangnya.
Peringatan Dini Berbasis Komunitas
Sistem peringatan dini yang melibatkan komunitas lokal terbukti lebih efektif dibanding pendekatan top-down. Program DESTANA (Desa Tangguh Bencana) menjadi model yang mulai direplikasi.