Keberlanjutan

Potensi Energi Terbarukan Indonesia: Antara Ambisi dan Realita

1 menit baca
Potensi Energi Terbarukan Indonesia: Antara Ambisi dan Realita

Indonesia duduk di atas "tambang emas" energi terbarukan: geothermal terbesar di dunia, radiasi matahari yang melimpah sepanjang tahun, dan potensi angin yang signifikan di koridor Nusantara.

Potensi vs Pemanfaatan

  • Geothermal: Potensi 23.9 GW, terpasang baru 2.4 GW (10%)
  • Surya: Potensi teknis 207 GW, terpasang baru 0.2 GW (0.1%)
  • Angin: Potensi 60 GW, terpasang baru 0.2 GW
  • Biomassa: Potensi 32 GW dari limbah pertanian dan kehutanan

Tantangan Utama

Subsidi bahan bakar fosil yang masih besar, infrastruktur grid yang belum memadai, dan birokrasi perizinan yang kompleks menjadi penghambat utama.

Jalan Menuju Net-Zero

Indonesia berkomitmen mencapai net-zero emission pada 2060. Untuk mencapainya, pangsa energi terbarukan harus meningkat dari 12% saat ini menjadi 31% pada 2030.

Ahmad Dhuha Habibullah

Ahmad Dhuha Habibullah

Kontributor

Ahmad Dhuha Habibullah, S.Si., M.Si. adalah seorang akademisi dan peneliti bidang Fisika Oseanografi yang berfokus pada riset gelombang panas laut (marine heatwaves) dan perubahan iklim di Indonesia.