Opini

Mengapa Literasi Iklim Harus Menjadi Prioritas Pendidikan Nasional

1 menit baca
Mengapa Literasi Iklim Harus Menjadi Prioritas Pendidikan Nasional

Oleh Ahmad Dhuha Habibullah, Pemimpin Redaksi ClimateOn

Berapa banyak warga Indonesia yang bisa menjelaskan perbedaan antara cuaca dan iklim? Berapa yang memahami mengapa El Niño membawa kekeringan? Berapa yang mengerti hubungan antara emisi karbon dan banjir yang semakin sering?

Kesenjangan yang Mengkhawatirkan

Survei terbaru menunjukkan bahwa meskipun 85% masyarakat Indonesia "mendengar" tentang perubahan iklim, hanya 23% yang memahami mekanisme dasarnya. Lebih mengkhawatirkan lagi, hanya 11% yang mengetahui langkah-langkah adaptasi yang relevan untuk kehidupan mereka.

Iklim Bukan Hanya Urusan Ilmuwan

Petani yang memahami ENSO dapat mengoptimalkan waktu tanamnya. Nelayan yang mengerti pola monsun dapat merencanakan melautnya. Warga perkotaan yang paham risiko banjir dapat mengambil langkah perlindungan.

Peran Media

Media iklim seperti ClimateOn hadir untuk mengisi kekosongan ini. Bukan dengan jargon ilmiah yang menakutkan, tetapi dengan narasi yang relatable dan data yang mudah dicerna.

Ajakan Bertindak

Literasi iklim bukan kemewahan — ini kebutuhan dasar untuk bangsa kepulauan yang berdiri di garis depan perubahan iklim global.