Ringkasan Singkat
Paper ini menganalisis pengaruh ENSO terhadap curah hujan musiman di 85 stasiun BMKG selama 1961–2020, mengidentifikasi wilayah yang paling sensitif dan mekanisme fisiknya.
Pertanyaan Penelitian
Seberapa besar dan di mana saja pengaruh ENSO terhadap curah hujan Indonesia? Apakah ada perubahan dalam hubungan ENSO-curah hujan selama 60 tahun terakhir?
Metodologi
Analisis korelasi antara indeks Niño 3.4 dan curah hujan stasiun, dilengkapi dengan analisis komposit untuk fase El Niño dan La Niña.
Temuan Utama
- Indonesia timur (Maluku, Papua, NTT) paling sensitif terhadap ENSO — defisit hujan bisa mencapai 60% saat El Niño kuat
- Sumatera utara menunjukkan respons yang relatif lemah terhadap ENSO
- Hubungan ENSO-curah hujan melemah pada periode 2000–2020 dibanding 1960–1980, kemungkinan terkait perubahan karakteristik ENSO
Kesimpulan
Prakiraan musiman di Indonesia harus mempertimbangkan perubahan karakter ENSO dan tidak mengandalkan hubungan historis secara mentah.