Bedah Paper

Bedah Paper: Kejadian Iklim Ekstrem dalam Skenario Pemanasan Global

1 menit baca
Bedah Paper: Kejadian Iklim Ekstrem dalam Skenario Pemanasan Global

Ringkasan Singkat

Studi ini menggunakan ensemble model CMIP6 untuk memproyeksikan perubahan frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem di Asia Tenggara pada abad ke-21.

Pertanyaan Penelitian

Bagaimana frekuensi hujan ekstrem, kekeringan, dan gelombang panas berubah di bawah skenario emisi SSP2-4.5 dan SSP5-8.5?

Metodologi

20 model CMIP6 dianalisis menggunakan indeks ETCCDI (Expert Team on Climate Change Detection and Indices) untuk berbagai metrik ekstrem iklim.

Temuan Utama

  1. Hujan 1-hari maksimum (Rx1day) meningkat 15-25% pada 2050 di Indonesia
  2. Jumlah hari kering berturut-turut (CDD) meningkat 10-20 hari di Indonesia timur
  3. Frekuensi marine heatwave meningkat 3-5 kali lipat
  4. Kenaikan suhu malam hari lebih cepat dari siang hari

Apa Artinya untuk Indonesia?

Indonesia harus memperkuat infrastruktur adaptasi untuk menghadapi cuaca ekstrem yang semakin sering. Sistem peringatan dini, infrastruktur drainase, dan asuransi pertanian menjadi prioritas.

Nabila Afifah Azuga

Nabila Afifah Azuga

Kontributor Utama

Nabila Afifah Azuga, S.Pi., M.Si. adalah seorang dosen dan peneliti asal Indonesia yang mendedikasikan keahliannya di bidang ilmu kelautan dan sains bumi. Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia fokus meneliti dinamika oseanografi fisik, interaksi laut-atmosfer, serta iklim laut, sekaligus berkontribusi aktif sebagai reviewer dan pengelola di berbagai jurnal ilmiah.