Ringkasan Singkat
Studi ini menggunakan ensemble model CMIP6 untuk memproyeksikan perubahan frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem di Asia Tenggara pada abad ke-21.
Pertanyaan Penelitian
Bagaimana frekuensi hujan ekstrem, kekeringan, dan gelombang panas berubah di bawah skenario emisi SSP2-4.5 dan SSP5-8.5?
Metodologi
20 model CMIP6 dianalisis menggunakan indeks ETCCDI (Expert Team on Climate Change Detection and Indices) untuk berbagai metrik ekstrem iklim.
Temuan Utama
- Hujan 1-hari maksimum (Rx1day) meningkat 15-25% pada 2050 di Indonesia
- Jumlah hari kering berturut-turut (CDD) meningkat 10-20 hari di Indonesia timur
- Frekuensi marine heatwave meningkat 3-5 kali lipat
- Kenaikan suhu malam hari lebih cepat dari siang hari
Apa Artinya untuk Indonesia?
Indonesia harus memperkuat infrastruktur adaptasi untuk menghadapi cuaca ekstrem yang semakin sering. Sistem peringatan dini, infrastruktur drainase, dan asuransi pertanian menjadi prioritas.