0%
Bedah paper

Gelombang Panas Laut dapat Meningkatkan Intensitas Siklon Tropis di Samudra Hindia

Gelombang Panas Laut dapat Meningkatkan Intensitas Siklon Tropis di Samudra Hindia
Nabila Afifah Azuga, S.Pi., M.Si.
Nabila Afifah Azuga, S.Pi., M.Si.7/4/20262 mnt baca

Penelitian ini mengkaji interaksi antara gelombang panas laut (Marine Heatwaves atau MHW) dan badai tropis di Samudra Hindia bagian tenggara. MHW adalah kondisi di mana suhu permukaan laut jauh lebih hangat dari rata-rata dalam periode waktu tertentu. Selama ini, interaksi antara fenomena ini dan badai tropis masih belum banyak dipahami di wilayah Indo-Australia.

Perbandingan kecepatan angin rata-rata harian siklon tropis yang berinteraksi dengan marine heatwaves (MHW-TC) dan yang tidak (non-MHW-TC) selama lima hari sebelum mencapai intensitas maksimum. | Sumber: https://link.springer.com/article/10.1007/s40868-026-00212-4

Temuan Utama Penelitian

Peneliti menganalisis data satelit dari 231 kejadian badai tropis antara tahun 1982 hingga 2024. Berikut adalah poin-poin utama dari studi tersebut:

  1. Interaksi yang Terbatas: Dari 231 badai tropis yang diteliti, hanya 8 kejadian yang berinteraksi dengan MHW selama fase intensifikasinya. Meskipun jumlahnya sedikit, interaksi ini berdampak signifikan pada perilaku badai.
  2. Peningkatan Kekuatan Badai: Badai yang melintasi area MHW menunjukkan kecepatan angin yang lebih tinggi dan tekanan udara pusat yang lebih rendah dibandingkan badai yang tidak berinteraksi dengan MHW.
  3. Peran Suhu Bawah Permukaan: Kondisi MHW tidak hanya terjadi di permukaan, tetapi meluas hingga kedalaman 100 meter. Lapisan air yang hangat ini mengurangi efek pendinginan air laut yang biasanya terjadi saat badai lewat, sehingga badai mendapatkan suplai panas yang lebih konsisten dari laut.
  4. Proses Regional: Hasil studi menunjukkan bahwa interaksi ini tidak terlalu bergantung pada fenomena iklim global seperti El Niño atau Indian Ocean Dipole (IOD). Sebaliknya, proses skala regional dan kondisi suhu laut lokal memegang peranan yang lebih dominan.

Implikasi bagi Keamanan Pesisir

Meskipun kejadian ini tergolong jarang, frekuensi MHW yang cenderung meningkat akibat pemanasan global membuat risiko ini perlu diperhatikan. Peneliti menekankan bahwa seiring dengan meningkatnya suhu laut, kondisi lingkungan yang mendukung intensifikasi badai mungkin menjadi lebih sering terjadi.

Memahami mekanisme ini penting untuk meningkatkan kemampuan prediksi cuaca dan strategi mitigasi bencana bagi masyarakat pesisir yang terpapar risiko badai tropis di masa depan.

Referensi:Azuga, N.A., Habibullah, A.D. & Napitupulu, G. Rare interactions between marine heatwaves and tropical cyclones intensification in the Southern Indian ocean. Mar Syst Ocean Technol 21, 22 (2026). https://doi.org/10.1007/s40868-026-00212-4


Dukung Jurnalisme Iklim Kami

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat dan ingin mendukung kami untuk terus menghadirkan jurnalisme sains, data, dan lingkungan yang berkualitas, pertimbangkan untuk mentraktir kami kopi!

Dukung via Saweria

Komentar (0)

Email opsional. Kami tidak akan menggunakan alamat email Anda untuk tujuan komersial kecuali Anda berlangganan nawala kami.