Tahun 2023 menandai titik balik: untuk pertama kalinya, model AI (GraphCast dari Google DeepMind) mengalahkan model cuaca numerik operasional dalam beberapa metrik prakiraan.
Model Cuaca Berbasis AI
GraphCast, Pangu-Weather (Huawei), dan FourCastNet (NVIDIA) menggunakan arsitektur deep learning yang dilatih pada data reanalisis ERA5 selama 40 tahun. Hasilnya: prakiraan 10 hari hanya dalam hitungan menit, bukan jam.
Kelebihan
- Kecepatan: 1.000-10.000x lebih cepat dari model NWP tradisional
- Akurasi: Sebanding atau lebih baik untuk prakiraan medium-range (3-10 hari)
- Efisiensi: Tidak membutuhkan superkomputer — cukup GPU standar
Keterbatasan
Model AI masih kesulitan dengan kejadian ekstrem yang jarang terjadi, karena keterbatasan data training. Interpretasi fisik juga menjadi tantangan — model AI adalah "black box" yang sulit dijelaskan.
Relevansi untuk Indonesia
BMKG tengah mengeksplorasi penggunaan model AI untuk meningkatkan prakiraan cuaca harian dan prakiraan musiman. Kombinasi model tradisional dan AI menjadi pendekatan yang paling menjanjikan.