Lingkungan

Ketika Laut Demam: Dampak Gelombang Panas pada Ekosistem Laut Indonesia

1 menit baca
Ketika Laut Demam: Dampak Gelombang Panas pada Ekosistem Laut Indonesia

Segitiga Terumbu Karang — yang pusatnya berada di perairan Indonesia — menyimpan 76% spesies karang dunia. Namun, ekosistem yang luar biasa kaya ini kini terancam oleh gelombang panas laut.

Pemutihan Karang Massal

Ketika suhu laut meningkat 1-2°C di atas rata-rata selama beberapa minggu, karang "mengeluarkan" zooxanthellae — alga simbiotik yang memberikan warna dan energi. Karang menjadi putih pucat dan berisiko mati jika kondisi tidak membaik.

Kasus di Indonesia

Pemutihan massal terparah terjadi pada 2010 dan 2016, menghancurkan hingga 90% tutupan karang di beberapa lokasi di Sumatera Barat dan Sulawesi Utara.

Rantai Makanan yang Terputus

Terumbu karang mendukung 25% spesies ikan laut. Kerusakan karang berarti kehilangan habitat bagi ikan, yang berdampak langsung pada nelayan dan ketahanan pangan komunitas pesisir.

Ahmad Dhuha Habibullah

Ahmad Dhuha Habibullah

Kontributor

Ahmad Dhuha Habibullah, S.Si., M.Si. adalah seorang akademisi dan peneliti bidang Fisika Oseanografi yang berfokus pada riset gelombang panas laut (marine heatwaves) dan perubahan iklim di Indonesia.