Pada bulan Mei dan Juni setiap tahunnya, satelit NASA biasanya mulai mendeteksi sejumlah besar kebakaran lahan di wilayah Top End dan Arnhem Land di Wilayah Utara Australia. Terkadang, kobaran api tersebut terlihat seperti kebakaran hutan besar dalam citra satelit, menyebar luas dan menghasilkan gumpalan asap yang besar.
Namun, sering kali, kebakaran di area ini terlihat lebih kecil dan tidak terlalu mencolok. Pola pembakaran, lokasi, dan waktunya konsisten dengan pembakaran terkontrol yang sengaja dinyalakan untuk mengelola lanskap.

Mengapa Pembakaran Terkontrol Dilakukan?
Selama beberapa dekade terakhir, para pengelola lahan di wilayah tersebut telah menggabungkan praktik pengelolaan lahan masyarakat adat yang sudah mengakar dengan teknologi modern untuk membangun program pengelolaan lanskap berskala besar, seperti proyek West Arnhem Land Fire Abatement dan Arnhem Land Fire Abatement.
Tujuan dari upaya tersebut adalah:
- Membakar sebagian semak belukar sabana secara sengaja untuk membuat sekat bakar (firebreaks).
- Mengurangi beban bahan bakar di awal musim kemarau.
- Mengurangi kebakaran yang lebih destruktif dan intensif emisi di akhir musim kemarau.
Musim kemarau umumnya dimulai pada bulan Mei dan berlangsung hingga September, menurut Biro Meteorologi Australia. Meskipun penelitian masih berlangsung, terdapat tanda-tanda bahwa upaya pembakaran terkontrol ini berhasil mengalihkan aktivitas kebakaran dari akhir ke awal musim kemarau, yang berujung pada pengurangan kebakaran intensitas tinggi dan emisi.
Sumber: NASA Earth Observatory


Komentar (0)